Mencari Berkah di Bidang Pendidikan


Ibu Muzayanah merupakan penggagas berdirinya Yayasan Wiyata Insani yang bergerak dibidang pendidikan, yayasan tersebut beralamat di Perumahan Villa Permata Blok D8 No. 1, Sindangsari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Beliau merintis yayasan tersebut sejak tahun 2005 yang ditandai hadirnya PAUD pertama di daerah tersebut. Seiring berjalannya waktu, Ibu Muzayanah berhasil mengembangkan Yayasan Wiyata Insani.

“Pertama kita membuka jenjang PAUD, 2013 kita membuka jenjang SD, 2014 kita lanjut SMP, 2017 SMK. Walaupun kita baru memang tidak bisa disamakan dengan sekolah menengah keatas, tapi kalau dibandingan dengan menengah kebawah kita perkembangannya alhamdulillah paling bagus”, ungkap Ibu Muzayanah.

Berdirinya Yayasan Wiyata Insani untuk membantu masyarakat menengah kebawah dengan menggratiskan uang gedung dan uang bulanan untuk SMP dan SMK. Para siswa hanya dibebankan biaya operasional, sedangkan untuk guru  beliau, mengambil dari dana BOS. Dari sesi wawancara Ibu Muzayanah mengatakan, “Dari pada anak pada putus sekolah, kita tampung disini, bisa dibilang kita subsidi silang dari  SD dan TK.”

Yayaasan Wiyata Insani pun mempunyai anak asuh dan anak yatim dengan membiayai semuanya, dari seragam, LKS, dan biaya lain lain. “Kalau ingin kaya berdaganglah, kalau ingin berkah cari didunia pendidikan”, tutur Ibu Muzayanah memegang nasehat dari orang tuanya.

Konsistensi dan niat yang kuat diterapkan oleh diri Ibu Muzayanah dalam merintis Yayasan Wiyata Insani.  Modal merupakan salah satu bagian terpenting dalam merintis dan mengembangkan Yayasannya. Ibu Muzayanah mengatakan,”Pertama kali meminjam ke HIK itu ya kecil dari 50 Juta, berikutnya naik 150 Juta, 300 Juta, kemarin 500 Jt. Alhamdulillah tepat waktu tanggal 20 Agustus 2021 sudah Lunas”. Selain Pembiayaan, Yayasan Wiyata Insani pun menitipkan Tabungan di BPRS HIK  untuk para siswa dan para guru.

“Mudah-mudahan ya kita bisa selalu bersinergi, HIK makin maju, nasabahnya makin banyak dan murid saya pun semakin banyak, berkembang, dan pendidikan dari kami memberikan kualitas yang terbaik”. Pesannya kepada BPRS HIK mengakhiri wawancara kami.

Share This Post: