Haji Itang : Sukses Bisnis Modal Dengkul Haji Itang : Sukses Bisnis Modal Dengkul
Siang itu, kami bertiga dikejutkan oleh sosok laki-laki berperawakan tinggi besar sedang sibuk melayani para pembelinya. Ia memanggul sendiri aqua galon, merapikannya kembali, sampai... Haji Itang : Sukses Bisnis Modal Dengkul

Siang itu, kami bertiga dikejutkan oleh sosok laki-laki berperawakan tinggi besar sedang sibuk melayani para pembelinya. Ia memanggul sendiri aqua galon, merapikannya kembali, sampai mengantarkan barang dagangan ke para pembelinya. Terik panas matahari tak dihiraukannya. Tetesan keringat jadi pemicu semangatnya. Ramainya toko, membuat ia sibuk melayani para pembelinya. Setelah kami ucapkan salam dan berkenalan, namanya Itang yang terkenal dengan panggilan Haji Itang.

Bisnis sembako Haji Itang dimulainya sejak 1988 bersama istri tercintanya. Berawal dari jualan sayur di emperan warung di Wilayah Cikarang Barat. Dengan bersepeda, mulai pukul 02.00 dini hari, Haji Itang bersama istrinya kulakan barang di pasar. Ia berjualan habis shubuh sampai habis dagangannya. Jika barangnya masih, ia berikan kepada tetangga. Kebiasaan ini ia lakukan sampai ia punya toko tahun 1992.
Nah, sejak 1992 itulah, Haji Itang berpindah dagangan dari jual sayur ke sembako. Dengan menempati tanah pemberian kakeknya, Haji Itang bersama istrinya fokus jual sembako hingga sekarang. Dari omset per hari hanya Rp. 100 ribu hingga saat ini mencapai Rp. 20 juta. Dari tidak punya karyawan sampai sekarang memiliki 3 orang karyawan yang semuanya sebagai sopir atau tukang antar saja. Karena Haji Itang lebih suka menanganinya sendiri bersama istri dan anak-anaknya. Toko Haji Itang buka mulai pukul 06.00 pagi dan tutup ketika adzan maghrib berkumandang.

Tahun 2006, Haji Itang ingin sekali membuka bisnis kos-kosan. Karena di wilayahnya banyak sekali pabrik berdiri. Inilah yang mengantarkannya bertemu dengan BPRS HIK. “Baru kali ini sejak saya berbisnis sayur dan sembako, berhubungan dengan bank, ya Bank Syariah HIK ini!”, kata Istri Haji Itang menyakinkan kami. “Kami mendapatkan modal kerja dari HIK untuk bangun kos-kosan”, kata Haji Itang menambahkan. Dari awalnya hanya memiliki 5 pintu hingga sekarang sudah memiliki 150 pintu kos-kosan. Per bulan tiap pintu harganya Rp. 500 ribu. “Saya senang, pelayanan HIK pada kami selama ini baik dan membuat bisnis kos-kosan kami berkembang. Sehingga bisa membantu menambah modal bisnis sembako kami”, jelas Haji Itang.
Dengan resep kerja keras dan tekun, Haji Itang bisa menikmati hasil bisnis sembako dan kos-kosan yang sudah dirintisnya sejak 26 tahun lalu. Inilah potret sukses bisnis modal dengkul yang Haji Itang lakukan bersama istri tercintanya. Tidak banyak teori tapi lebih banyak praktek (street smart). Haji Itang hanya lulusan SR (Sekolah Rakyat). Namun, bisa menyekolahkan 3 putra-putrinya hingga ke perguruan tinggi dan saat ini sudah di karuniai seorang cucu.***amb

bprshik

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *