Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BPRS Harta Insan Karimah (HIK) yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret 2015 memutuskan beberapa hal strategis. Salah satunya...

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BPRS Harta Insan Karimah (HIK) yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret 2015 memutuskan beberapa hal strategis. Salah satunya memperkuat permodalan. Dalam rangka memperkuat ketahanan bank menghadapi kondisi ekonomi yang masih menantang di tahun 2015 sekaligus memberikan pondasi yang kokoh bagi pengembangan bisnis di masa yang akan datang, maka pemegang saham yang mayoritas adalah alumni HMI FE UGM, bersepakat untuk terus memperkuat permodalan BPRS HIK.

Komitmen pemegang saham untuk memperkuat permodalan tersebut terlihat dari keputusan pemegang saham untuk mengalokasikan Rp 4,18 milyar atau 40% dari laba tahun 2014 sebesar Rp 10,3 sebagai dividen yang wajib dikonversi menjadi saham. Dalam RUPS kali ini,juga  disepakati penambahan modal disetor sebesar Rp 2,71 milyar yang berasal dari Agio Saham dan Cadangan Umum yang dibagikan sebagai dividen yang wajib dikonversi menjadi saham. Selain hal tersebut, pada tahun 2015 ditargetkan pula penambahan setoran saham baru sebesar Rp 7,85 milyar sehingga total modal disetor pada tahun 2014 sebesar Rp 29,9 milyar ditargetkan menjadi Rp 44 milyar pada tahun 2015.

Rencana penambahan setoran saham baru sebesar Rp 7,8 milyar, ditargetkan bisa dicapai dari adanya opsi konversi dividen tunai yang diterima pemegang saham maupun penambahan saham baru oleh pemegang saham lama. “Dengan realisasi yield dividen tahun 2014 yang lebih dari 20% per lembar saham, maka pemegang saham semakin yakin dengan prospek bisnis BPRS HIK, sehingga target konversi dividen maupun penambahan saham baru optimis bisa dicapai pada tahun 2015” demikian tutur Alfi Wijaya, Direktur Utama BPRS HIK.

Seiring dengan kuatnya komitmen pemegang saham, maka manajemen BPRS HIK akan terus mengembangkan bisnis dan layanan kepada nasabah yang mayoritas adalah nasabah UMKM. Salah satu upaya mendekatkan BPRS HIK kepada nasabah adalah dengan adanya rencana pembukaan 2 kantor kas di tahun 2015 setelah pembukaan Kantor Kas di Pamulang pada tahun 2014 dan rencana pembukaan kantor cabang pada tahun-tahun berikutnya, serta sudah disetujuinya rencana pembangunan Gedung Kantor Pusat BPRS HIK dalam RUPS kali ini.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan berbagai pencapaian bisnis di tahun 2014 yakni pertumbuhan asset 20%, pertumbuhan dana pihak ketiga 22% dan pertumbuhan pembiayaan sebesar 18% dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga asset BPRS HIK pada tahun 2015 ditargetkan akan lebih dari Rp 500 milyar.

Menurut Alfi Wijaya, “Tahun 2015 adalah tahun yang menantang bagi perbankan syariah termasuk BPRS khususnya dalam menjaga kualitas pembiayaan, likuiditas, serta efisiensi operasional bank.”. Dalam rangka menghadapi berbagai tantangan persaingan bisnis tersebut, maka pada tahun 2015 ini dicanangkan Strategi Transformasi HIK 2015-2020. Tahap awal yang merupakan pondasi dari implementasi strategi transformasi tersebut adalah penguatan permodalan, peningkatan kualitas SDI dan penyempurnaan Sistem Operasional Prosedur (SOP).

Terkait dengan peningkatan kualitas pembiayaan, pada tahun 2015 BPRS HIK terus meningkatkan kemampuan SDI dan penguatan organisasi, khususnya aspek manajemen risiko dan remedial, serta menyempurnakan SOP terkait proses bisnis penyaluran pembiayaan. Hubungan baik dengan nasabah masyarakat maupun mitra bisnis BUS dan UUS merupakan kunci untuk menjaga kondisi likuiditas BPRS HIK.

Efisiensi operasional BPRS HIK yang pada tahun 2014 tercermin dengan BOPO sebesar 59%, akan terus dipertahankan melalui peningkatan pendapatan serta pengelolaan biaya dana maupun biaya operasional. Masih dominannya sumber dana dari masyarakat melalui tabungan dan deposito dibandingkan linkage dari BUS dan UUS merupakan salah satu sumber efisiensi yang akan terus dipertahankan.

“Dengan berbagai strategi tersebut, BPRS HIK diharapkan mampu memberikan nilai tambah dan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholders melalui berbagai upaya pencapaian visi untuk menjadi Bank Syariah yang Unggul dan Terpercaya”, demikian pungkas Alfi Wijaya mengakhiri wawancara selepas RUPS – Terbit koran harian umum Republika 1 April 2015

bprshik

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *