Ahli Masak yang Jago Bisnis Ahli Masak yang Jago Bisnis
Perempuan memang dilahirkan memiliki berbagai kelebihan dibanding laki-laki. Apa yang dilakukan laki-laki, saat ini bisa dilakukan pula oleh perempuan. Namun sebaliknya, tak semua yang... Ahli Masak yang Jago Bisnis

Perempuan memang dilahirkan memiliki berbagai kelebihan dibanding laki-laki. Apa yang dilakukan laki-laki, saat ini bisa dilakukan pula oleh perempuan. Namun sebaliknya, tak semua yang dilakukan perempuan, bisa dilakukan laki-laki. Salah satu sosok langka multitalenta itu adalah Haryati. Seorang ibu dengan 4 orang anak (3 putra dan 1 putri), ahli masak yang sejak remaja menyukai bisnis.

Setiap harinya, Haryati selalu menyempatkan diri nyuapin putra-putrinya sebelum berangkat sekolah. “Masakan ibu enak sekali, lebih enak dibanding masakan restoran”, begitu ucap putra bungsunya pada kami. Dari hobby masak inilah, bisnis kuliner “Soto Betawi” berdiri di Pasar Baru Jakarta sampai sekarang.

Sejak mendirikan perusahaan PT Nusa Abadi Elektrika (NAE), sehari-harinya Haryati disibukkan dengan urusan kantor dan tender. Modal awalnya sebesar Rp 300 juta. Itu ia kumpulkan dari tabungannya bersama suami.  “Kami memulai bisnis ini sejak 2010. Saat itu, ban mobil kami jadikan meja tamu dibantu suami dan 3 orang karyawan. Kami bergerak di bisnis pemeliharaan gardu PLN”, demikian ungkapnya.

Pada awal berdiri, PT NAE mendapatkan proyek pertama dari PLN sebesar Rp 700 juta. Proyek perbaikan PMT (PMT adalah saklar yang digunakan untuk menghubungkan atau memutus arus daya listrik sesuai ratingnya, red.).  Dengan bekal pengalaman marketing suaminya, Haryati menyelesaikan proyek itu dengan baik. Dari situlah, kerjasama dengan PLN mulai terbangun.

“Kunci utama kami melayani kastemer adalah memberikan hasil kerja terbaik, memuaskan dan waktu yang tepat”, demikian ia memberikan resep suksesnya. Terbukti makin hari, PT NAE mendapat kepercayaan terus dari PLN untuk merawat, memelihara, men-service, sampai ke pengadaan barang. 1 (satu) tahun PT NAE berjalan telah memiliki 30 karyawan. Satu lompatan luar biasa yang dicapai PT NAE atas kerja keras Haryati bersama suami.

Saat ini, setelah berjalan 7 (tujuh) tahun, PT NAE memiliki 80 karyawan dengan total omzet per tahun rata-rata Rp 20 miliar. “Kami menyadari, makin besar perusahaan ini, tantangannya makin banyak, terutama terkait dengan loyalitas karyawan pada perusahaan”, ujar Haryati. Namun, dengan kesabaran dan keuletan, semua bisa dilewati dengan baik.

Klien PT NAE tersebar di mana-mana. Mulai dari PLN DKI, PLN Jateng, PLN Jabar, PLN Banten, PLN Pekanbaru, PLN Medan, PLN Riau, PLN Lombok, PLN Bali, PLN Lampung sampai ke Krakatau Steel. Untuk melayani permintaan itu semua, PT NAE hanya memiliki 4 orang tenaga marketing dan satu kantor cabang di Semarang. PT NAE pun memiliki workshop di Curug Tangerang. “Kami sangat bersyukur, sejak 2013 kami berhubungan baik dengan Bank Syariah HIK. Sejak awal pengajuan Rp 400 juta, kemudian meningkat Rp 600 juta dan sampai sekarang Rp 2 miliar, kami dilayani dengan baik dan cepat. Kami merasa nyaman dengan layanan marketingnya”, demikian ia menutup pembicaraan.***amb

 

 

 

bprshik

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *